Selasa, 06 Januari 2015

Melihat Keunggulan Avanza dalam Angka



Pilihan mobil low MPV (Multi Purpose Vehicle) nasional makin beragam. Setelah muncul pendatang baru di segmen ini seperti, Ertiga, Spin, dan Mobilio.

Kehadiran mereka tak membuat pemain lama sekaligus penguasa segmen tersebut, Avanza merasa takut. Toyota selaku produsen Avanza justru yakin produknya tetap memiliki 'magnet' di pasar.

Sebagai pionir di segmen Low MPV, Avanza diklaim telah memiliki reputasi potisif, mulai dari kualitas maupun torehan penjualan.

Begitu masuk pasar, Avanza langsung berhasil mendongkrak pertumbuhan segmen pasar low MPV. Total penjualan segmen low MPV yang semula hanya 39.730 unit pada 2003, melonjak hampir 3 kali lipat pada 2004 menjadi 114.109 unit.

Sebagian besar pertumbuhan itu berasal dari penjualan Avanza yang mencapai 43.936 unit dengan market share 38,5 persen.

Terakhir pada 2013 lalu, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan Avanza mencapai 213.458 unit dengan pangsa pasar 49,2 persen di segmen low MPV.

Angka ini jauh di atas penjualan pesaing terdekat seperti Daihatsu Xenia sebesar 64.611 unit  dengan market share 14,9 persen dan Suzuki Ertiga 63.318 unit  dengan market share 14,6 persen.

Angka pertumbuhan penjualan yang tinggi, tidak hanya menjadikan Toyota Avanza sebagai market leader di segmennya saja, tapi juga telah menempatkan mobil ini  sebagai kontributor terbesar pada pertumbuhan total penjualan maupun produksi otomotif nasional.

Dalam 5 tahun terakhir misalnya, rata-rata pertumbuhan penjualan Avanza mencapai sekitar 30 persen, jauh di atas angka pertumbuhan pasar mobil nasional sekitar 20,7 persen sehingga kontribusinya terhadap total penjualan mobil nasional terus meningkat.

Pada 2013, kontribusinya terhadap penjualan mobil nasional sudah mencapai sekitar 17,36 persen, jauh di atas posisi pesaing terdekat Xenia dan Ertiga masing-masing 5,25 persen dan Ertiga 5,15 persen.

Didukung oleh penggunaan komponen lokal sebesar 80 persen, produksi Avanza juga memberikan kontribusi besar dalam menyemarakan kegiatan industri komponen.

Apalagi dengan populasinya di Tanah Air yang sudah mencapai angka di atas 1 juta unit, mobil ini menjadi salah satu pasar yang gemuk bagi industri komponen, termasuk bagi pemilik layanan after sales service atau jasa perbengkelan.

Boleh dikatakan, hampir semua bengkel mobil bisa menyediakan jasa untuk servis Toyota Avanza. Dengan mudah pengguna mobil ini bisa menemukan layanan after sales service, baik melalui outlet resmi maupun bengkel umum sampai ke kota-kota kecil Indonesia.

Sampai dengan akhir 2013, tidak kurang dari 263 outlet aftersales service Toyota yang siap melayani pelanggan di berbagai kota di Indonesia.

Jaringan distribusi komponen dan layanan aftersales service yang tersebar luas ini, telah menjadi daya saing tersendiri bagi Avanza, disamping spesifikasi produk yang diklaim unggul di berbagai ragam kondisi lintasan infrastruktur jalan di tanah air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar