Selasa, 29 Oktober 2013

Tujuh Alasan untuk Membeli Toyota Agya




Meski diiringi berbagai kontroversi, tapi tetap banyak peminat yang mengantri untuk membeli mobil murah Toyota: Agya.

Ada yang berminat juga atau masih pikir-pikir? Saya ada beberapa rangkuman opini dari berbagai sumber seputar Toyota Agya yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.



1. Solusi untuk moda transportasi yang murah dan nyaman

Selama ini masyarakat Indonesia minta dibuatkan kendaraan dengan kriteria seperti itu kan?

Meskipun yang sebetulnya diinginkan masyarakat tuh ‘kendaraan umum’, tapi yah setidaknya pemerintah mendengarkan dan menjawab permintaan rakyatnya. Jarang-jarang loh! Ini prestasi!

.

2. Mendukung program pemerintah

Walau dikhawatirkan akan membuat jalanan jadi tambah macet, tapi di balik penjualan Agya ada deal pemerintah dengan Toyota senilai triliunan rupiah. Sebagai imbalan atas ijin penjualan mobil murah, Indonesia akan dijadikan basis produksi Toyota dan akan mengekspor banyak mobil.

Potensi ekonomi yang besar kan?

Meskipun laris/lesunya penjualan Toyota Agya gak akan membuat deal ini batal sih, seharusnya. Toyota akan tetap menjadikan Indonesia sebagai basis produksi selama 5 tahun ke depan meskipun gak ada satupun Agya yang terjual.

.

3. Kebanggaan Indonesia

Lihat saja emblem mobil di depan bukan logonya Toyota, tapi logo baru bergambar Garuda.


“Ini membuktikan bahwa Agya diproduksi di Indonesia. Nama Agya pun menjadi Astra Toyota Agya,” kata Johnny Darmawan. (Sumber: http://www.merdeka.com/otomotif/logo-garuda-di-agya-bukti-produksi-anak-negeri.html)

Ya daripada saya celetukin “apa bukan karena Toyota Jepang gak mau ngakuin Agya sebagai lini produknya, tuh?” mending saya iya-in aja deh.

.

4. Go Green.

Toyota Agya itu termasuk Low Cost Green Car (LCGC). Jadi meskipun tetap saja menyumbang emisi, tapi Agya itu emisinya (seharusnya) kecil.

Gak tahu deh lebih kecil mana emisinya kalau dibuat perbandingan: seluruh warga Indonesia naik angkutan umum atau naik Toyota Agya.

Lagipula………Ya kali masih pakai energi/bahan bakar tidak terbarukan (fosil) berani klaim sebagai “Green”.

.

5. Irit BBM

Ini saya copy dari press release-nya Toyota Agya: “Konsumsi bensin adalah 1 liter per 21 kilometer saat diuji coba di laboratorium.” (Sumber)

Iya, saat diuji coba. Gak tahu deh diuji cobanya dalam kondisi ideal (jalan datar tanpa hambatan, bisa tancap gas 40-60KM/jam) atau termasuk kondisi macet berjam-jam juga kayak jalanan di Jakarta/atau jalanan berlubang dan konturnya naik-turun kayak jalanan di jalur mudik.

.

6. Murah

Mobil baru harganya di bawah 100 juta rupiah itu murah! Banget!

Tapi tahu gak Toyota Agya itu konsumsi BBM-nya non-subsidi? Saya yakin klaim ‘emisi kecil’ dan angka 1 liter per 21 kilometer itu didapat bukan pakai bensin premium. Karena Menteri Perindustrian MS Hidayat sendiri yang kasih garansi.

Dengan segala hormat, saya gak yakin orang yang cuma sanggup beli mobil baru seharga 100 juta (itupun nyicil) akan sanggup gak beli premium tiap isi bensin. Tapi masa bodolah, yang penting murah.


7. Jadi punya mobil.

Yaelah bro, kapan lagi duit 100 jutaan bisa beli mobil baru dengan desain yang memberi kesan dinamis, efisien, dan kuat?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar